share information

Foto saya
Bekasi, Bekasi, Jawa Barat, Indonesia

Pages

Rabu, 19 Desember 2012

Tugas Softskill

SISTEM KEAMANAN KOMPUTER DAN KONTROL SISTEM INFORMASI PADA WARNET DAN BESERTA ANTIVIRUSNYA

            Dalam sebuah warnet terdapat sitem informasi manajemen untuk mengetahui, berapa lama seorang user mengakses sebuah informasi lewat internet. Dengan tujuan untuk mengetahui berapa tanggunan pembayaran yang dibebankan kepada user, setelah menggunakan jasa warnet.
            Ketika user memasuki dan menggunakan computer yang disediakan oleh warnet untuk mengakses internet, user secara otomatis akan terhubung dengan Billing(pengukur waktu penggunaan) yang di manajemen secara langsung dari server utama yang membawahi semua computer yang ada dalam warnet tersebut. Billing akan mencatat data nomor computer, user name, waktu permulaan user mengakses, mencatat berapa lama user mengakses, serta memutuskan berapa tanggungan pembayaran yang dibebankan kepada user.
            Ketika user selesai mengakses internet, user harus memutus billing sebagai intruksi bahwa user memang benar-benar menyudahi aksesnya terhadap internet. Dan secara otomatis Billing Client yang muncul pada computer user, secara otomatis akan mengirim data yang telah dicatat kepada Billing Server, selanjutnya billing server akan melakukan transformasi data dari billing client, dan menhasilkan informasi (tanggungan pembayaran yang dibebankan kepada user) sebagai keputusan akhir.
            Akhirnya, user harus membayar kepada server, sesuai dengan nominal yang tertera pada computer server, setelah dilakukannya transformasi data yang  dicatat oleh billing client.
Dalam hal ini control Sistem Informasi Warnet menggunakan jenis data berupa nilai yang terformat.
            Data diatas selanjutnya akan dikirim kepada computer server, untuk dilakukan transformasi data yang akan menghasilkan sebuah informasi.

Informasi
            Yang dimaksud informasi pada system informasi manajemen warnet seperti :
  • Menampilkan tanggungan pembayaran yang dibebankan pada client
  • Membuat rekapitulasi hasil bisnis warnet dalam jangka waktu per bulan terakhir. Untuk lebih jelasnya, lihat tabel berikut :

BULAN
INTERNET
GAME ONLINE
RENTAL
PRINT
JUMLAH
MARET
2.025.000
640.500
27.300
67.700
2.760.500


Pengetahuan
Yang termasuk dari pengetahuan dari system informasi manajemen warnet adalah :
  • Menjumlahkan setiap pemasukan dana keseharian menurut sepesifikasi masing-masing ( print,internet,rental, dan game online).
  • Metotal pemasukan untuk mengetahui pemasukan dana setiap bulannya.
  • Mengkalkulasi pemasukan dana yang ada untuk mengetahui laba usaha dalam setiap bulannya.

Telekomunikasi
Yang dimaksud telekomunikasi dalam system informasi manajemen warnet disini adalah manajemen jaringan computer. Dan jaringan yang digunakan dalam system manajemen warnet adalah LAN (Local Area Network) karena jaringan ini hanya dipergunakan pada satu local saja. Dibawah ini adalah macam-macam perangkat keras yang diperlukan untuk mendesain jaringan LAN, serta membuat akses dengan internet :


Setelah semua perangat keras tersedia, tinggal merangkaikan antara pesawat telepon, modem dan computer PC terlebih dahulu. Untuk lebih jelas, lihat gambar di bawah ini :
Ketika rangkaian diatas telah di buat, sesi selanjutnya yaitu membuat jaringan local yang biyasa disebut dengan LAN (Local Area Network).
Pada sesi ini kami tetap berdasarkan pada warnet yang menjadi studi kasus, yang menggunakan LAN tipologi Star Bus. Ciri khas dari tipologi ini bahwa control terpusat, semua hubungan harus melewati pusat yang menyalurkan data tersebut kesemua computer client yang terpilih. Cirikhas lain dari tipologi ini yaitu menggunakan dua buah switch dalam satu jaringan. Untuk lebih jelas lihat gambar dibawah ini :


PERANGKAT LUNAK
            Setelah pemasangan jaringan perangkat keras, dalam sebuah teknologi informasi dalam sebuah system informasi, dibutuhkan yang namanya perangkat lunak. Perangkat lunak disini dibagi lagi menjadi dua : Perangkat lunak aplikasi dan perangkat lunak system.

  1. Perangkat Lunak Aplikasi (Billing explorer)
Billing Explorer pada computer server


·            Billing Explorer pada computer client

Aplikasi yang digunakan dalam system informasi manajemen warnet adalah berupa perangkat lunak Billing Explorer yang digunakan untuk mengetahui lama seseorang menggunakan fasilitas warnet dan biaya yang dibebenkan kepada pengguna. Di bawah ini adalah gambar antarmuka billing explorer :

IDENTIFIKASI JENIS SISTEM INFORMASI

            Dalam system informasi yang kami bahas (system informasi warnet) adalah termasuk dalam system informasi manajemen yang lebih dikhususkan pada system informasi manajemen keuangan. System informasi keuangan digunakan untuk mendukung manajemen keuangan sebuah perusahaan dan pengendalian sumber daya keuangan dalam perusahaan. Sistem ini tidak hanya mendasarkan data internal, melainkan juga menggunakan data yang berasal dari sumber eksternal.
            Di bawah ini adalah penjelasan subsistem informasi keuangan yang telah diterapkan pada system informasi manajemen warnet :
  • Subsistem intelijen keuangan, yang berfungsi untuk mengidentifikasi sumber-sumber keuangan eksternal yang bersumber dari penjualan snack, minuman ringan(berkarbonasi), dan rokok yang ada di dalam warnet.
  • Subsistem pemrosesan transaksi, yang berfungsi untuk memproses kegiatan transaksi penggunaan fasilitas warnet dan proses akuntansi yang menghasilkan data-data keuangan seperti :  jumlah pendapatan, pengeluaran, dan laba pendapatan.
  • Subsistem pengendalian keuangan, yang berfungsi untuk melakukan evaluasi keuangan yang ada, agar pendapatan dari transaksi warnet tidak berdampak buruk pada kelangsungan usaha warnet.
  • Subsistem manajemen dana, yang berfungsi untuk mengelola kas warnet dengan manfaat yang tinggi tetapi dengan risiko yang kecil.

Beberapa hal untuk mencegah virus menginfeksi dan menyebar ke komputer adalah sebagai berikut:

1.      Menggunakan antivirus yang selalu di update secara berkala. Lakukan update secara otomatis jika komputer terhubung ke internet atau secara manual dengan mendownload file update kemudian diinstalkan ke antivirus. Hal ini bertujuan agar antivirus dapat mengenali dan membasmi virus-virus baru yang terus bermunculan. Hal ini menjadi penting dilakukan jika pengguna komputer selalu menggunakan flashdisk atau perangkat lain yang selalu berpindah-pindah komputer atau sering digunakan di internet yang mana kemungkinan akan membawa virus-virus baru yang dapat menular ke komputernya. Atau jika komputer selalu digunakan untuk internet-an. Update bisa dilakukan setiap 1 atau 2 minggu sekali, tapi ini tergantung juga dari penyedia antivirus dalam layanan update.
2.      Untuk komputer yang terhubung ke jaringan, selalu gunakan firewall untuk mencegah virus dan gangguan lain seperti hacker dan sebagainya.
3.      Lakukan scan virus pada flashdisk atau harddisk eksternal yang masuk ke komputer yang sebelumnya digunakan di komputer lain. Hal ini menjadi penting apalagi bagi pengguna komputer yang memakai antivirus portabel (tidak perlu instalasi dan langsung digunakan).
4.       Tidak membuka atau mengeksekusi file yang berasal dari komputer lain yang mencurigakan, seperti misalnya file atau folder yang berekteksi *.exe (application) yang terlihat mencurigakan.
5.      Banyak virus yang menggunakan ikon mirip folder Windows, Anda harus berhati-hati karena jika membuka folder ini maka virus bisa aktif dan menginfeksi sistem komputer Anda, apalagi Anda membuka folder dari flashdisk yang telah Anda gunakan di komputer lain atau internet. Agar anda tidak salah mana yang folder asli atau folder bervirus, maka selalu gunakan Windows Explorer dan membuka folder dari explorer tersebut (dengan klik tanda plus dan klik folder yang diinginkan, yang kemudian isi folder akan tertampil di sebelah kanan halaman. 
6.      Berhati-hati jika membuka pada menu autorun, yaitu menu dialog yang muncul sesaat perangkat luar seperti flasdisk atau cd/dvd-rom di masukkan ke komputer. Karena bisa jadi menu-menu ini sudah diubah oleh virus, jadi bukannya membuka file tapi justru membuka virus. Jadi jangan dibuka jika ada perbedaan menu atau tulisan seperti “Open folder to view file, using Application”. Menu autorun ini muncul jika fungsi autorun pada Windows aktif.
7.      Untuk mengantisipasi terbukanya file virus oleh pengguna komputer lewat menu autorun atau agar virus tidak dapat dijalankan secara otomatis saat memasukkan media luar seperti flashdisk, maka dapat menonaktifkan fungsi autorun atau autoplay pada Windows. Dengan menonaktifkan fungsi autorun pada Windows, maka kotak menu tidak akan muncul dan virus yang memanfaatkan file autorun.inf yang berada di dalam flashdisk tidak akan dijalankan secara otomatis saat flashdisk dimasukkan ke komputer.
8.      Untuk data-data penting seperti dokumen Ms Word, Excel dan file-file lain yang memiliki ekstensi .exe, Anda dapat mengkompresi ke file .Zip atau .RAR (dengan program WinZip atau WinRar). Hal ini karena dapat mencegah virus menginfeksi data-data Anda. Setelah dikompresi maka Anda dapat menghapus data Anda yang lama. Untuk menjalankan file Anda dapat lakukan ekstrak file atau langsung membuka file .Zip atau .RAR tersebut kemudian klik file yang ingin Anda buka. Keuntungan lain yaitu file-file Anda di dalam .Zip atau .RAR ukurannya menjadi lebih kecil karena terkompresi. Sebelumnya pastikan bahwa file-file yang ingin Anda kompres tidak terdapat file virus.
9.      Banyak virus yang menginfeksi dokumen Ms Word dengan ekstensi .doc, yang kemudian dokumen tersebut akan berubah menjadi berekstensi .exe. Oleh karena itu agar terhindar dari serangan virus seperti ini maka ubahlah file-file .doc menjadi ekstensi .rtf (rich text format), karena masih jarang virus yang menyerang file .rtf. Dan jika Anda mengetik dengan Ms Word maka simpanlah dengan format .rtf.
10.  Gunakan program-program pencegah virus yang dapat secara permanen menginfeksi sistem komputer seperti Deep Freeze, System Protect dan sebagainya.

PEMBUATAN DATABASE PENGISIAN KRS, DATABASE PERPUSTAKAAN DAN INTERNET LAUNCH
  1. Pembuatan database KRS
Untuk membuat KRS dengan MySQL Query Browsher jangan lupa instalasi AppServ yang digunakan untuk mengcreate database yang akan dibuat.


Membuat Data Base :
                Buat 5 tabel berisi:
1.       Tabel Data KRS, dengan Field: nim(DETAIL) dan kode mata kuliah.
2.       Tabel Mahasiswa, dengan field: id,nim(MASTER), nama mahasiswa, prodi, dosen pembimbing, jenjang Akademik dan jumlah krs.
3.       Tabel Mata Kuliah, dengan Field: Kode mata kuliah, nama mata kuliah, sks dan dosen pengajar
4.       Tabel Dosen, dengan Field: kode dosen dan nama dosen.
5.       Tabel Waktu Krs, nim(DETAIL), semester, T.A., tgl_kembali, tgl_ambil, tgl_pengisian.


langkah-langkahnya Pembuatan Database :
Membuka Aplikasi MySQL Query Browser, inputkan stored conection dengan localhost, server host dengan 12.0.0.1, Port dengan 3306, Username sesuai dengan Nama pada Appserv dan password sesuai dengan Appserv, dan isikan tema defaultnya . Lalu Klik OK.
Maka akan tampil dengan jendela:

 
Klik kanan pada bagian schemata dan pilih create new schema,
Setelah jadi schemanya, klik kanan pada schema yang telah dibuat(‘Pengisian_KRS), lalu pilih create new table. Buat nama tabel dan field-field tabel pada kolom dibawah ini.

Membuat tabel-tabel yang sudah direncanakan tadi. Sebagai berikut :

 
Setelah semua diset,beserta foreign key juga. Maka buat aplikasi untuk mengisikan content.
Logika dalam pembuatan database ini adalah sebagai berikut

Membuat Aplikasi KRS menggunakan Delphi.
  1. Membuka Delphi.
  2. Pada aplikasi, pilih menu File/New/Data Module.
  3. Pilih komponen ADO/ADOConnection. Property yang perlu di set:
    1. Connection Sting, pilih data source name yang telah dihubungkan pada database yang kita buat tadi(kami tidak membahas ODBC dalam makalah ini).
    2. LoginPrompt è False
    3. Connected è True
  4. Pilih komponen ADO/ADOQuery. Property yang perlu di set:
    1. Connection è DataModule.ADOConnection
    2. Name(recommended)
    3. SQL è select * from “nama table”(pada kasus ini yaitu data_krs, dosen, mahasiswa, mk, waktu krs) [where “nama field”:=”nama_field master”](pada kasus ini yang bertindak sebagai tabel detail, yaitu tabel waktu_krs dan data_krs terhadap mahasiswa àwhere nim:=nim .
    4. DataSource è hanya di set pada tabel detail(waktu_krs dan data_krs) sebagai rujukan ke tabel Master(mahasiswa)
    5. Parameter èuntuk tabel detail(-- nim, value à oleString)
    6. Active è True.
  5. Setelah semua ADOQuery terselesaikan, pilih komponen ADO/DataSource(kami memasukkan komponen data source pada Data Module agar lebih mudah mengoperasikannya). Property yang perlu di set :
    1. Name dan dataset(sesuai dengan ADOQuery masing-masing(sebanyak 5 buah).
    2. Pada kasus ini, lebih baik untuk data source tabel masternya (mahasiswa) dibuat terlebih dahulu bersamaan dengan ADOQuerynya, agar tidak rancu dalam menggeset propertinya.
Berikut ini adalah hasil dari 5 proses diatas dalam data module.
  1. Membuat Form KRS, dalam hal ini kami menggabungkan beberapa tabel dalam satu form.
    1. Karena rencangan form KRS kami buat persis seperti bentuk KRS kampu maka komponen-komponennya adalah:
                                                               i.      Menu File/New/Form
    - property name(recommended) diganti. Exs: KRS
                                                             ii.      tabel mahasiswa(nim, nama, jenjang, prodi, id, jumlah KRS dan dosen pembimbing), cara membuat komponen dosen pembimbing:
1.       Klik 2x pada ADOQueMahasiswa, setelah muncul data module untuk AdoQueMahasiswa. Klik kanan pada bidang kosong data module tersebut lalu pilih new field.
Diisikan seperti berikut:
1.       Penjelasan, kami membuat referensi ke tabel ADOQueDosen dengan field acuan kd_dosen-kd_dosen dan kami menampilkannya (result field) dalam bentuk nama dosennya.
Selanjutnya pilih (add all field) semua field pada data module lalu tarik ke form.
Agar form mudah untuk diisi kami membuatkan komponen DBComboBox pada field(jenjang dan prodi).
Untuk setiap komponen DBComboBox, properti yang perlu di set:
1.       DataSource è DataModule2.DataSourceMahasiswa
2.       DataField è jenjang dan prodi
3.       Items è diisikan pilhan-pilihan yang akan di list sesuai dengan yang ada pada database untuk masing-masing field
Untuk field “id”, saya maksudkan agar bila krs tersebut diisi dengan 2 nim dan nama mahasiswa yang sama tidak terjadi error(Disini belum berfungsi secara optimal). Agar tidak kelihatan property visiblenya di set FALSE.
                                                             ii.      Tabel waktu_krs(nim, semester, tgl_ambil, tgl_kembali, tgl_pengisian,ta)
Selanjutnya pilih semua field pada data module lalu tarik ke form.
    Nimàenable(false) &visible(false). Field nim nantinya akan mengacu pada ADOQueMahasiswa.nim
    Field semester dan ta kami buatkan DBComboBox, cara                seperti pada DBComboBox untuk jenjang dan prodi,               hanya    berbeda pada Items(sesuai content masing-       masing).
                                                            iii.      Buat DbGrid pada form. Untuk memasukkan data  mata kuliah krs Property yang di set:
1.       DataSource è DataModule2.DataSourceDataKrs
2.       klik kanan pada DBGrid lalu pilih Columns Editor untuk mengatur posisi kolom pada DBGrid. Buat sesuai dengan aturan krs.
                                                           iv.      Membuat komponen DBNavigator, dengan property dataSource = DataModule2.DataSourceMahasiswa.
                                                             v.      Buat Button, untuk menutup aplikasi.
                Event pada form KRS:                                                                                                                    
1.       procedure TDataModule2.ADOQueWktKrsNewRecord(DataSet: TDataSet);
                begin
                                ADOQueWktKrstgl_pengisian.Value := now;
                end;
2.    procedure TKRS.Button1Click(Sender: TObject);
                begin
                                Application.Terminate;
                end;

b. Hasil akhir Form KRS adalah sebagai berikut.

  1. Membuat Form Dosen Untuk mengoperasikan tabel Dosen.
    1. Menu File/New/Form
        - property name(recommended) diganti. Exs: Dosen
    1. Klik 2x pada ADOQueDosen
    2. Klik kanan pada data module yang muncul, pilih add all fields. Lalu tarik ke form yang dibuat tadi.
    3. Buat komponen DBGrid dan DBNavigator untuk pengoperasian, masing-masing di set pada property DataSource è DataModule2.DataSourceDosen
    4. Hasil form:

  1. Membuat Form Mata Kuliah Untuk mengoperasikan tabel Mata Kuliah.
    1. Menu File/New/Form
        - property name(recommended) diganti. Exs: Mk
    1. Klik 2x pada ADOQueMk
    2. Klik kanan pada data module yang muncul, pilih add all fields. Lalu tarik ke form yang dibuat tadi.
    3. Buat field lookup untuk dosen. Cara membuat persis seperti pada cara membuat lookup pada tabel mahasiswa diatas.
    4. Buat komponen DBGrid dan DBNavigator untuk pengoperasian, masing-masing di set pada property DataSource è DataModule2.DataSourceMataKuliah
Hasil form: 
  1. Membuat Form Mahasiswa Untuk melihat data-data mahasiswa yang sudah mendaftar.
    1. Menu File/New/Form
        - property name(recommended) diganti. Exs: Mhs
    1. Buat komponen DBGrid dan DBNavigator untuk pengoperasian, masing-masing di set pada property DataSource è DataModule2.DataSourceMataKuliah
    2. klik kanan pada DBGrid lalu pilih Columns Editor untuk mengatur posisi kolom pada DBGrid. Buat sesuai dengan isi.
    3.  
    4. Lebih baik property read only-nya di true semua karena hanya berfungsi untuk melihat data yang sudah masuk.
    5. Buat button close seperti pada form KRS.
    6. Hasil form:
  1.  Membuat form Utama.
    1. Menu File/New/Form
        - property name(recommended) diganti. Exs: Form Utama
    1. Buat 3 panel, diatur property align.
    2. Buat  komponen MainMenu. Diisi link terhadap form-form yang lain.

Pembuatan Database  perpustakaan dengan Access
Untuk membuat Form dibawah ini menggunakan form desain berisi 7 form tentang data buku, kelompok buku, rak buku, data peminjam, transaksi peminjam, transaksi pengembalian dan keluar.
à Begitu kita klik check box pada form utama akan masuk pada input data buku yang terdiri dari kode buku, ISBN, Judul buku, Jumlah halaman, stock, kelompok dan rak sebelumnya di inputkan pada database sehingga buku yang terdaftar pada perpustakaan terletak pada form input data buku

Pada laporan data buku  merupakan sebuah form ke 2 yang digunakan untuk mengetahui lebih detail tentang identitas tiap buku pada perpustakaan.




Input Rak buku ini merupakan sebuah pencarian menggunakan ID buku yang digunakan. Jika kita menginputkan 1 maka akan muncul ID buku 1

Input data peminjam merupakan sebuah inputan yang berguna untuk mengetahui data peminjam dari tiap buku perpustakaan. Sehingga data
peminjam akan terinput pada database di input data peminjam ini.

Transaksi peminjaman buku merupakan sebuah transaksi yang digunakan untuk mengetahui data tanggal peminjaman buku dan pengembalian buku.

 Gambar diatas berikut adalah hasil tampilan transaksi peminjaman buku, diatas terdapat kode peminkaman, nama peminjam, tanggal pinjam dan tanggal ngambil, lalu cetak laporan.
Jika sudah itu pilih cetak laporan, lalu hasil cetak laporannya seperti gambar dibawah berikut ini

Klik bagian transaksi pengembalian, lalu gambar dibawah ini untuk menginput pengembalian buku, isi kode peminjaman, nama peminjam, tangal peminjam dan tanggal kembali.

3. Flowchart Internet Launch.
            Internet Launch adalah sebuah fasilitas jaringan internet yang dihubungan mengguanakan jaringan kabel optik atau nirkabel yang dapat terhubung langsung dari server dan server memiliki kendali penuh dalam mengendalikan tiap anak komputer.
Sistem jaringan yang dipakai pada internet lounge adalah Client Server . Client Server adalah arsitektur jaringan yang memisahkan client (biasanya aplikasi yang menggunakan GUI) dengan server. Masing-masing client dapat meminta data atau informasi dari server. Kecepatan akses transfer data di internet lounge sebesar 25 kbps sampai 2 Mbps. Topologi yang dipakai adalah Star, server / client terintegrasi dengan server utama.
Adapun kelemahan yang ada pada system internet lounge, yaitu sering terjadi hang pada computer client, NPM mahasiswa yang di input sering kali tidak valid dengan database server, koneksi internet sering kali down.